Sudah baca gagasan Seth Godin mengenai iklan dan klik?

Ya! Mengapa iklan online harus selalu diasosiasikan dengan klik? Kebanyakan orang (paling tidak saya sendiri) terlalu tenggelam dalam gagasan bahwa  iklan online harus diusahakan sedapat mungkin supaya di klik orang.

Padahal, saat melihat iklan menarik di Facebook yang mencantumkan alamat websitenya, saya tidak pernah mengklik iklan tersebut. Langsung Ctrl-T lalu ketik alamat, tekan Enter, beres. Yang punya iklan pasti senang karena walau tidak di klik (kalau dia pakai PPC berarti dia tidak membayar brokernya) namun websitenya mendapat kunjungan.

Mungkin saja kita mendesain iklan kita sedemikian rupa supaya di klik karena jumlah klik dibutuhkan untuk menghitung click-through rate (CTR), dan CTR digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi/menganalisa banyak hal dalam kampanye iklan. Tidak ada yang salah dengan hal ini. Namun kalimat Seth pada akhir artikelnya juga patut diperhatikan: It’s okay to make an ad that isn’t easy to measure. If it works, that’s enough.

Ada baiknya kita kembali sebentar ke dunia “offline” dimana semua iklan yang kita lihat tidak bisa di klik tapi tetap bisa mendatangkan traffic.

Oke deh. Sudah ada sedikit gambaran.

Jadi bagaimana caranya kita sebagai, misalnya pengiklan PPC, membuat iklan online yang jarang di klik namun tetap mendatangkan traffic; dan pada akhirnya menghasilkan penjualan yang maksimal?

Sebarluaskan:
  • Facebook
  • Digg
  • Print
  • Add to favorites

Tags: , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>