<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mari Bisnis Online &#187; iklan</title>
	<atom:link href="http://maribisnisonline.com/tag/iklan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maribisnisonline.com</link>
	<description>Perjalanan mempelajari bisnis online</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 07:21:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Iklan dan klik</title>
		<link>http://maribisnisonline.com/artikel/iklan-dan-klik</link>
		<comments>http://maribisnisonline.com/artikel/iklan-dan-klik#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 02:35:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jrp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[CTR]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[Seth Godin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maribisnisonline.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Iklan online tidak melulu harus didesain dengan tujuan utama supaya di klik. Apa kata Seth Godin, seorang maestro marketing mengenai hal ini?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah baca gagasan Seth Godin mengenai <a title="The Unclicking 84%" href="http://sethgodin.typepad.com/seths_blog/2009/11/the-unclicking-84.html">iklan dan klik</a>?</p>
<p>Ya! Mengapa iklan online harus <em>selalu</em> diasosiasikan dengan klik? Kebanyakan orang (paling tidak saya sendiri) terlalu tenggelam dalam gagasan bahwa  iklan online harus diusahakan sedapat mungkin supaya di klik orang.</p>
<p>Padahal, saat melihat iklan menarik di Facebook yang mencantumkan alamat websitenya, saya tidak pernah mengklik iklan tersebut. Langsung Ctrl-T lalu ketik alamat, tekan Enter, beres. Yang punya iklan pasti senang karena walau tidak di klik (kalau dia pakai PPC berarti dia tidak membayar brokernya) namun websitenya mendapat kunjungan.</p>
<p>Mungkin saja kita mendesain iklan kita sedemikian rupa supaya di klik karena jumlah klik dibutuhkan untuk menghitung <a title="Penjelasan click-through rate di Wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Click-through_rate" target="_blank">click-through rate</a> (CTR), dan CTR digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi/menganalisa banyak hal dalam kampanye iklan. Tidak ada yang salah dengan hal ini. Namun kalimat Seth pada akhir artikelnya juga patut diperhatikan: <em>It&#8217;s okay to make an ad that isn&#8217;t easy to measure. If it works, that&#8217;s enough.</em></p>
<p>Ada baiknya kita kembali sebentar ke dunia &#8220;offline&#8221; dimana semua iklan yang kita lihat tidak bisa di klik tapi tetap bisa mendatangkan traffic.</p>
<p>Oke deh. Sudah ada sedikit gambaran.</p>
<p>Jadi bagaimana caranya kita sebagai, misalnya pengiklan PPC, membuat iklan online yang jarang di klik namun tetap mendatangkan traffic; dan pada akhirnya menghasilkan penjualan yang maksimal?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maribisnisonline.com/artikel/iklan-dan-klik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
